PENGGUNAAN BAHASA ASING TERHADAP BAHASA INDONESIA

Posted: 3rd May 2011 by rachmandianto in Uncategorized
Tags:

PENGGUNAAN BAHASA ASING TERHADAP BAHASA INDONESIA
(rachmandianto_3EA10)

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Persaingan global semakin membuat setiap manusia di muka bumi ini berlomba – lomba untuk menjadi yang lebih baik. setiap manusia harus bisa menjadi mobile decession maker. Tidak hanya itu, waktu yang menjadi pemakan zaman nomor satu di dunia pun memaksa manusia untuk bisa thing outside the box.

Zaman sekarang, hanya bisa menggunakan satu bahasa saja sangatlah sulit untuk bisa masuk dalam global competition. Apalagi posisi negara kita yaitu sebagai negara berkembang yang masih memerlukan bantuan dan kontribusi dari negara lain khususnya negara maju. Dengan apakah agar kontribusi itu bisa diterima ? apalagi kalaubukan “bahasa” . Setiap individu setidaknya bisa menggunakan bahasa asing atau bahasa internasional. Kita tahu bahwa bahasa internasional Bahasa Inggris, untuk bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang dari negara lain, orang tersebut pasti menggunakan bahasa asing. Tidak terkecuali orang indonesia. Bahasa inggris, dimana merupakan bahasa asing di negara indonesia mempunyai peranan besar bagi indonesia itu sendiri. Pengaruh yang diberi pun beraneka ragam, ada yang memberikan pengaruh positif dan tidak jarang juga ada yang meberikan pengaruh negatif.

Dengan keberadaan bahasa asing sebagai bahasa internasional, pendidikan indonesia mulai dari taman bermain sampai dengan universitas memiliki kurikulum dan pelajaran tentang bahasa asing. Ini dilakukan agar sumber daya manusia indonesia dapat ikut andil dalam globalisasi dunia. Pengaruh yang cukup positif bukan ?

Pengaruh negatif dari bahasa asing itu sendiri ada. Belakangan ini, pengaruh negatif dari bahasa asing tersebut sudah terlihat. Cara pemakaian bahasa belakang ini yang sedang populer di semua kalangan adalah penggunaan bahasa campur aduk. Bahasa indonesia dikombinasikan dengan bahasa asing. Banyak generasi bangsa sekarang yang merasa lebih percaya diri dan gaul jika menggunakan bahasa campur aduk tersebut. Ini jelas mengurangi kekaedahan dan keabsahan akan bahasa indonesia yang menjadi bahasa persatuan itu sendiri.

Sejarah juga mencatat, bahwa presiden pertama republik indonesia, Soekarno pernah menggunakan tiga bahasa sekaligus dalam pidatonya. Dalam pidatonya tersebut, beliau menggunakan bahasa Indonesia, yang dicampuradukan dengan bahasa Sunda dan bahasa Belanda. Tidak hanya soekarno, aktivis nasional Soe Hok Gie, dalam bukunya catatan demostran, biasa mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Itu pun berlangsung pada buku – buku lain sampai sekarang.

Jadi, ada dua pengaruh bahasa asing terhadap bahasa Indonesia itu sendiri, yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh negatif itu sendiri terlihat pada generasi bangsa yang tidak lagi memperdulikan keabsahan bahasa indonesia.

B. LANDASAN TEORI
Dalam Rancangan Undang-Undang Kebahasaan dijelaskan mengenai pengaturan penggunaan bahasa. Rancangan itu disusun untuk melindungi penggunaan bahasa Indonesia, terutama dalam situasi formal. Inti dari rancangan undang-undangan tersebut cakupannya terutama terkait kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah ( http://www2,kompas.com.htm).

Pada bab III pasal 19 butir (5) Rancangan Undang-Undang Kebahasaan dijelaskan informasi layanan umum dan/atau layanan niaga yang berupa rambu, penunjuk jalan, spanduk, papan iklan, brosur, katalog, dan sejenisnya wajib menggunakan bahasa Indonesia. Ini berarti bahwa pada situasi itu pemakai bahasa harus menggunakan bahasa Indonesia.

Berkaitan dengan masyarakat pemakai bahasa atau pengguna bahasa, dewasa ini kepedulian terdapat bahasa Indonesia makin menipis dan penggunaan bahasa Indonesia pun kian menyempit. Penggunaan bahasa Indonesia pada media massa, media iklan dan luar ruang kini banyak menggunakan bahasa asing, terutama Inggris (Purnama dalam http://www.harian-global.com/news). Pendapat ini mengisyaratkan bahwa jika penggunaan bahasa Indonesia tidak segera ditertibkan, akan mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia.

C. PEMBAHASAN
Berikut ini adalah istilah-istilah dalam bahasa Indonesia yang berasal/diserap dari bahasa Inggris. Untuk akhiran-akhiran yang umum, seperti -logi, -grafi, -isme. Banyak kata-kata dalam bahasa Inggris juga diserap dari bahasa-bahasa lain, terutama Latin dan Yunani, dan bahasa Indonesia kadang-kadang menyerap langsung dari bahasa-bahasa tersebut, tanpa melalui bahasa Inggris. Selain itu masih banyak lagi istilah-istilah dari bahasa Inggris yang bertopik khusus, misalnya biologi, teknologi informasi, hukum, yang terlalu banyak jika didaftarkan di satu halaman. Berikut adalah istilah – istilah bahasa serapan yang sering kita pakai sehari – hari dari bahasa Inggris :

• adequate – adekuat
• application – aplikasi
• actor – aktor
• aquarium – akuarium
• allergy – alergi
• artist – artis
• access – akses
• acting – acting
• accessory – asesori
• activist – aktivis
• actress – aktris
• accomodation – akomodasi
• ballpoint – bolpen
• balloon – balon
• business – bisnis
• check – cek
• decade – dekade
• department – departemen
• depression – depresi
• detection – deteksi
• detective – detektif
• detergent – deterjen
• detail – detil
• diagnose – diagnosa
• dichotomy – dikotomi
• dictator – diktator
• efficiency – efisiensi
• execution eksekusi
• exist – eksis
• expansion – ekspansi
• exploration – eksplorasi
• export – ekspor
• fax – faks
• fact – fakta
• federation -federasi
• fermentation – fermentasi
• fashion – fesyen
• feminine – feminin
• fiction – fiksi
• generalization – generalisasi
• genetic – genetik
• glamour – glamor
• goal – gol
• gossip – gosip
• gradation – gradasi
• gratification – gratifikasi
• hydrogen – hidrogen
• hormone – hormon
• horror – horor
• hostess – hostes
• haemoglobin – hemoglobin
• ice – es
• idol – idola
• infrastructure – infrastuktur
• illegal – ilegal
• imperialist – imperialis
• improvisation – improvisasi
• impulsive – impulsif
• inflation – inflasi
• innovation – inovasi
• insecticide – insektisida
• juice – jus

Kata-kata yang tidak mengalami penyesuaian kaidah antara lain: bar, bikini, chatting, digital, domain, doping, download dan upload, e-mail, era, fatal, film, forum, game, generator, global, golf, handphone, herbal, hologram, humor, internet, insomnia, investor, jumbo, laptop, laser, libido, lift, monster, novel, orbit, opera, parabola, paranormal, partner, pizza, radar, regional, robot, supermarket, target, unit, video, visual, voucher, vulgar, refill (isi ulang), remote, runner-up (juara dua), stainless steel (baja tahan karat), tomboy (tomboi), timer, textbook (buku teks), drop-out, deadline (tenggat waktu), leasing, sweater, microwave, megabyte, channel, charger, clearing, fee (upah), booking, blue-jean, bestseller, pick-up, outlet, nonstop, password (kata sandi), online, mark-up, hunting, corned-beef, knock-out, casing, overhead-projector, offside, boarding, sweeping, visa, truck (truk), paranoid, hard-disk, multimedia, scope, stroke, bar-code, sponsor, snack, baby-sitter, jazz, helm, frigid, sedan, recall, booting, check-up,foklift, spray, draw (seri), stocking, voting, ranking, fifty-fifty.
D. PENUTUP
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.

Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan “Bahasa Indonesia” diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan “imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.

Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.

Sedangkan dampak negatif masuknya bahasa asing selain diatas antara lain :
1. Generasi bangsa mulai mengentengkan/menggampangkan untuk belajar bahasa Indonesia.
2. Rakyat Indonesia semakin lama – kelamaan akan lupa akan nilai bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
3. Rakyat Indonesia akan tidak lagi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
4. Mampu melunturkan semangat nasionalisme dan sikap bangga pada bahasa dan budaya sendiri.
Pengaruh positif bahasa asing antara lain :
1. Mampu meningkatkan kekayaan bahasa Indonesia.
2. Semakin banyak orang yang mampu berkomunikasi dalam bahasa asing maka akan semakin cepat pula proses transfer ilmu pengetahuan.
3. Menguntungkan dalam berbagai kegiatan (pergaulan internasional, bisnis, sekolah).
4. Dapat memperoleh dua atau lebih bahasa dengan baik apabila terdapat pola sosial yang konsisten dalam komunikasi, seperti dengan siapa berbahasa apa, di mana berbahasa apa, atau kapan berbahasa apa.

E. DAFTAR PUSTAKA

Sri Indrawati. Penggunaan Bahasa Indonesia pada Informasi Layanan Umum dan Layanan Niaga, Sudah Benarkah?. Inderalaya ; 2008

http://www.natalizer.co.cc/2010/02/pengaruh-bahasa-asing-terhadap-bahasa.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kata_serapan_dari_bahasa_Inggris_dalam_bahasa_Indonesia

http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia